ReviewReviewReviewReviewReviewTha Davinci CodeMar 26, '08 6:01 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Dan Brown
The Davinci Code karya Dan Brown merupakan novel [i]best seller[/i] dan menimbulkan kontroversi yang luar biasa. Betapa tidak, penuh dengan bukti-bukti yang sangat logis, Dan Brown dengan berani menelanjangi sebuah keyakinan atau dogma tentang kehidupan Isa Almasih putera Maryam. Tidak hanya itu, melalui novel ini Brown juga membuka rahasia-rahasia gereja di bawah keuskupan Roma yang selama ini tidak berani dibicarakan secara terbuka.

Di Kota Malang sendiri, waktu itu saya sempat mengikuti bedah buku Dan Brown ini. Para pembedahnya dari kalangan gereja, ulama, dan akademisi. Wah, seru. Seolah mereka sedang membicarakan sebuah fakta realitas, padahal pemantiknya adalah realitas dari sebuah novel....The Davinci Code.

Saya sendiri sudah membacanya, lebih dari satu kali. Bukan apa-apa, karena saat membaca saya malah sibuk mencoba menghapalkan istilah-istilah yang ada di novel tersebut. Khususnya tentang dunia simbol dan tanda. Memahami apa makna tersembunyi dari sebuah tanda dan simbol, sungguh enak apabila mengikuti petualangan Robert Langdon, tokoh utama dalam novel The Davinci Code ini. Lebih seru lagi saat muncul princess Sophi (yang diarahkan oleh Brown sebagai [u]keturunan Maria Magdalena). Misteri Sophi, selain dia adalah seorang penyelidik negara, ahli simbol dan tanda, khususnya anagram, ternyata merupakan cucu Ketua (pendeta)Sion (sebuah sekte yang kontroversial karena bisa menggoyang keyakinan agama yang saat itu sedang berkuasa).

Melalui kisah hidup masa kecil Sophi, bagaimana sang kakek mengajarinya untuk senantiasa peka dengan makna-makna tersembunyi dari setiap tanda dan simbol, sampai pada perjalanan penuh rintangan dan kejutan Sophi dan Robert Langdon sang ilmuwan tanda, saya merasa menjadi lebih paham tentang semiotik (ilmu tentang tanda) dengan cara yang sangat populer namun begitu mendalam.

Seperti judulnya, novel ini sangat dalam mengeksplorasi makna tersembunyi dari karya-karya Leonardo Davinci, terutama karya-karyanya yang diduga mengungkap kebenaran kehidupan Isa Almasih dan Maria Magdalena. Mislanya, tentang [b]Cawan[/b] yang dipegang oleh seseorang yang duduk disebelah Isa dalam lukisan perjamuan terakhir, dimaknai tidak sekedar cawan anggur. Bahkan seseorang yang hadir dalam lukisan perjamuan terakhirpun sangat multi tafsir melalui tanda-tanda yang ada.

Pendeknya, novel Brown ini ingin mengatakan bahwa lukisan-lukisan Leonardo Davinci, merupakan tanda-tanda yang ditinggalkan oleh Davinci untuk menyampaikan sebuah kebenaran tentang Isa Almasih dan Maria Magdalena.

Dalam kajian semiotik, tanda memang bisa dimaknai semena-mena. Namun karena sifatnya itu pula, kita juga boleh memiliki penafsiran yang berbeda.

triara wrote on Mar 27
ReviewReviewReviewReviewReview
hai, Bu.. ini chacha. btw q juga penggemar kisah novel & film the da vinci code. q bahkan mpe berkali-kali baca novelnx & nonton filmnx. ada beberapa motif knp q suka bgt. pertama, dari pengalaman pribadi perjalanan hidup q yg seorang mualaf. Sebelum masuk Islam q beragama katolik. Sedikit banyak q pernah mengetahui ajaran-ajaran agama katolik. kedua, q juga jatuh cinta ama ilmu SEMIOTIK. Bahkan skripsi q juga pake metode ini kan??. Dimana ilmu semiotik merupakan ilmu ttg "tanda". Dimana di dunia ini banyak tanda-tanda yang merupakan bagian dari komunikasi non verbal. Tanda tersebut bisa berupa simbol, gambar, kartun,dll. Tanda-tanda tersebut sebenarnya mempunyai makna yang mengatakan sesuatu. Dan dibutuhkan kepekaan tersendiri untuk mengerti dan memahami arti dan makna itu sendiri. Hubungannya dengan novel & fim da vinci code, novel dan film tersebut memanjakan kita dengan simbol-simbol. Q sendiri mpe kecanduan ikut larut dalam menganalisa simbol-simbol tersebut. semakin penasaran semakin larut ingin mengetahui..... pkoknya novel & film the da vinci code mampu memuaskan ke"gila"an nalar dan pikiran q... otak kita bener-bene kepake. gimana ga? pengetahuan kita juga dipake utk menganalisa simbol-simbol tersebut. mulai pengetahuan ttg warna, seni, teologi, pkoknx TOP BGT!
fridakusumastuti wrote on Mar 27
Hai Cha..bener. The Davinci Code memanjakan kita dengan tanda-tanda. Tapi kalau di Novel kita hanya bayangkan tandanya ya?. Filmnya menurutku kurang seru. Tapi mungkin karena q hanya nonton by VCD atau juga karena sudah punya 'film' sendiri di kepala saat baca novel, jadinya sedikit kecewa he..he..Trims komentarnya
awanhijauku wrote on Apr 1, edited on Apr 1
ReviewReviewReviewReviewReview
bu ini anggie....saya juga beberapa kali membaca davinci code sampe novel yang saya punya butek he...he...he....saya sebenarnya gak terlalu suka baca novel. awalnya aq suka novel gara2 Sir. Arthur Conan Doyle yang ngeciptain sherlock holmes di novel2 nya aq bisa berimajinasi sendiri padahal gak ada gambarnya (aq suka banget komik bu ^_^) dan biarpun aq gak pernah ke london ag bisa ngebayangin gimana london pada abad pertengahan, sama ky davinci code aq gak pernah ngerti tentang kristen maupun simbol2 tapi melalui novel itu aq bisa ngebayangin gimana gereja2 masonic apa itu pagan dll, tapi emang filmnya mengecewakan banyak yang disensor, tapi emang susah banget menumbuhkan minat baca, aq sendiri aja bingung gimana caranya, coba teks book nya kuliah bisa aq anggap kaya novel ini mungkin aq bisa jadi pinter ya bu he..he..he...........................
Comment deleted at the request of the author.
fridakusumastuti wrote on Apr 2
Anggi, sama aku juga seneng dg Sherlock Holmes...dan Poirot-nya Agatha Cristy. Dua novel itu adalah bacaanku semasa SMA. terutama Poirot, sampai aku baca hidup terakhir Poirot dalam novel Tirai. Setelah crita Poirot mati...penulisnya ibu Agatha jg meninggal dunia loh. Eh..kok jadi bicarakan Poirot. Film Tha Davinci Code menurutku jg kurang oke. Gak seperti yg kubayangkan dalam novelnya. Soal minat baca, gak apalah dimuali dengan minat baca novel. Mungkin karena buku-buku teks cenderung garin shg kita malas bacanya. Tapi skrg banyak kok buku teks yg asyik.
azhariee wrote on Apr 26
Bu.....Ini Fadly.....saya seneng banget dengan Novel MIsteri dan Detektif dari umur 7 tahun....Buku pertama yang saya baca adalah 4.50 from Paddington nya Agatha Christie..terus Kenal dengan sherlock waktu umur 9 ahun, Memoarnya sherlock bagus banget.....Bu Aku saya pengen ngerekomendasi in salah satu novel favorite saya..Parfume....tentang seorang yang terlahir dengan tidak memiliki bau tubuh, namun memiliki penciuman yang sangat tajam sehingga dia bisa mengingat bau yang sudah diciumnya... kemudian dia menjadi asisten pembuat parfum dan mengembangkan keahliannya disana...namun ada satu obsesi yang dia pengen wujudkan yaitu bikin parfum dari bau gadis yang masih perawan. Jujur aja saya bilang tokoh yang dikisahkan disini Jenius...... Oh iya bu...saya juga senang dengan TRIO DETEKTIFNYA ALFRED HITCHCOK namun sekarang sudah tidak diterbitkan lagi, saya lagi berburu buku itu.....
azhariee wrote on Apr 26, edited on Apr 26
ReviewReviewReviewReviewReview
Mengenai masalah di dalam novel Dan Brown ini yang sangat tertarik sih adalah ternyata dalam menentukan keilahian Isa Al-Masih masih banyak terjadi pro dan kontra...disitu juga dibacakan Injil Philipus salah satu injil yang dilarang oleh vatikan....Tapi saya salut sama kode dan anagram yang diberikan...Kereeeeeeeeeeennnn....
fridakusumastuti wrote on Apr 28
Betul....dalam kacamata logika keilmuanpun kelahiran Isa AlMasih yang bulan desember pebuh salju juga janggal...
fridakusumastuti wrote on May 2
Fadly..tidak kusangka kamu suka novel-novel bacaan remaja tahun 1985-an begitu he..he..Agatha cristie, Alfred Hitchock,...Saya belum pernah baca memoar Sherlock Holmes juga novel Parfume..sepertinya asyik banget. Sayang sekali novel-novel Agatha Cristieku pada raib berbarengan dg semua koleksi bukuq tahun 1988-2001!. Coba ada kita bisa sharing tukeran..
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg