ReviewReviewReviewDangdut Mania Dadagn 3, Rabu 7 Mei 2008May 8, '08 5:16 AM
for everyone
Category:Other
Dangdut Mania, 7 Mei 2008, TPI

Jarum jam sudah menunjukkan angka 10 dan 4 atau sudah jam 22.20 WIB., tetapi mataku tidak juga bisa terpejam. Padahal lumayan penat karena jam 21an tadi aku baru datang dari Surabaya. Anak-anak sudah pada tidur saat kudatang. Suami juga baru saja tidur. Dalam sepi sebenarnya aku penign merenung, namun pikiran ini juga ingin santai. Jadi, apa lagi bila tidak membuka layer kaca. "teman" yang selalu siap sedia.

Buka [i]chanel[/i] ini itu, Metro TV tetap saja tidak jelas tertangkap, ketemu film Just Merried di Global, film heroik di TRANS, Empat Mata di Trans 7, sinetron apa gitu di RCTI dan SCTV, Ruben Onsu di Indosiar, Dangdut di TVRI, AnTV ada film bagus tetapi sepertinya hampir habis. Akhirnya aku tetapkan memilih Global TV. Filmnya tidak begitu membuatku antusias, tapi malam ini kuanggap paling lumayanlah dari tayangan yang lainnya.

Jeda iklan menstimuli tangan meraih remote, surfing channel lagi berharap TRANS atau AnTV memberi alternatif baru. Ternyata tidak juga menarik dipilih. Tidak sengaja terpencet channel TPI, acara Dangdut Mania. Melihat hostnya yang laki-laki- Ramsi, maaf aku langsung tidak minat. Lalu nampak host perempuannya, Anya Dwinov yang selama ini menurutku dia adalah salah satu seleb yang cukup cerdas. Tetapi, bukan itu yang membuatku menghentikan tangan untuk sejenak menyimak tayangan Dangdut Mania.

Ada yang menyentak hati ini. Keinginan mengantuk menjadi sirna. Tiba-tiba diri ini agak emosi. Betapa tidak, pemain-pemain dewasa di acara ini nampak naif. Para host menggunakan kostum seragam sekolah!. Host laki-laki seragam SMU putih abu, sedangkan Anya Dwinov menggunakan kostum seragam SMP putih biru dengan dasi dan rambut dikuncir dua berpita putih. Tidak cukup sampai disitu, para komentator atau juri yang berjumlah 3 orang juga memakai kostum seragam SMU. Lebih mengagetkan lagi[/u], si juri perempuan (yang gendut) tidak mau kalah dengan kontestan waria yang bertato – menggulung lengan baju seragamnya dan nampak dilengan kiri sebuah tato dengan gambar dan tulisan "tomat". Luar biasa lagi, semua juga mengenakan badge OSIS di saku baju.

Sebenarnya apa konsep dan maunya menggunakan seragam sekolah dalam acara ini??. Bisakah ini masuk katagori pelecehan pendidikan?. Bagaimana pak menteri pendidikan?, tidakkah bapak merasa terusik?. Meskipun sebagian dari kita tidak menyukai seragam, namun putih abu, putih biru, dan badge OSIS adalah salah satu identitas pendidikan nasional. Bukan mau meremehkan selera acara ini, namun menurutku tidak sepantasnya kostum seragam sekolah digunakan para seleb dewasa untuk tayangan hiburan seperti ini. Apalagi tanpa ada kepekaan akan pendidikan (sense of edu) dengan celometan-gurauan, topik pembicaraan, dan sikap-gaya mereka.

Sejenak aku lebih lama memirsa tayangan Dangdut Mania ini sekedar mencari sisi lain yang mungkin lebih buruk atau lebih baik. Ternyata tidak ada lagi selain perasaan prihatin dengan konsep kostum di episode ini. Pikiran yang sudah under estimate ini membangun kesan bahwa tayangan Dangdut Mania di TPI semakin membuktikan rendahnya kepedulian dan kepekaan akan tanggung jawab moral-sosial industri hiburan (media televisi) melalui ketauladanan sikap maupun perilaku pada generasi muda.

Sayang sekali, kegelisahan tidak bisa segera memejamkan mata pada malam hari ini, Rabu 7 Mei 2008, harus kuakhiri dengan rasa kecewa dan marah.

Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg