Blog EntryMEMBUAT PERATURAN MENONTON TELEVISI DENGAN ANAKMar 14, '08 9:41 PM
for everyone

Televisi telah menjadi media yang sangat penting bagi masyarakat saat ini. Anda tidak perlu melek huruf untuk bisa mengkonsumsi tayangan televisi. Hampir semua orang suka menikmati tayangan televisi. Karakteristik tayangan televisi yang ’hidup’ secara audio visual merupakan hiburan yang murah meriah dan asyik. Sayang sekali, sifat televisi pula yang membuat ’serbuan’ tayangan televisi menerpa segala usia, walau tayangan televisi ternyata tidak selalu ditujukan untuk segala usia.

 

Masalahnya, tidak semua tayangan televisi sehat dan baik bagi kita dan terutama bagi anak-anak. Liberalisasi tayangan televisi mempertontonkan nilai-nilai yang tidak sehat seperti adegan kekerasan, moral menyimpang, sensualitas, irasional, banyak mewarnai tayangan televisi. Tidak hanya pada tayangan orang dewasa. Tayangan TV untuk anak-anak juga banyak menyajikan nilai-nilai tidak sehat tersebut.

 

Saya sendiri sangat resah dengan tayangan-tayangan televisi saat ini dan mulai khawatir dengan ketergantungan anak saya pada televisi tsb. Hingga suatu saat saya putuskan akan menangani persoalan ini di keluarga saya dengan lebih serius. Momennya sangat tepat. Waktu itu hari minggu, 13 Januari 2008, saya baru mendapat pencerahan tentang bahaya media massa, khususnya televisi  bagi anak-anak. Pulang ke rumah, hati saya sudah kemrungsung ingin membagi pengalaman dengan anak saya.

 

Saya ceritakan padanya bahwa tidak semua tayangan televisi untuk anak-anak itu baik ditonton. Ada yang bahaya bila ditonton karena bisa merusak otak/pikiran. Program tayangan untuk anak-anak ada yang bahaya, bagus, dan ada yang harus didiskusikan lebih lanjut isinya. Anak saya mulai antusias bertanya judul-judul program yang masuk katagori bahaya, bagus, dan perlu didiskusikan itu.

 

Tapi saya belum punya cara, bagaimana mengajak dia mengurangi ketergantungan pada televisi?. Eh, Alhamdulillah habis sholat magrib, dia sedang belajar PKn tentang PERATURAN. Kata dia membaca catatannya, peraturan adalah pernyataan tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Langsung deh saya nimbrung, ”Kita juga bisa lho dek membuat peraturan, mau gak?”.

 

Anak saya ternyata menyambut baik ajakan saya. Kami segera mengambil kertas dan pena. Saya ajak dia membuat peraturan untuk diri sendiri. Dia minta saya berikan contoh terlebih dahulu. Maka saya nyatakan aturan antara lain sbb:

  1. Mama tidak boleh menonton televisi pada jam 18.00-19.00 WIB (sengaja pilih yang prime time he..he..
  2. Mama boleh menonton televisi maksimal 2 judul per hari.

 

Lalu anak saya gantian membuat peraturan untuk dirinya sendiri (yang tentu saja anak akan cenderung menduplikasi apa yang kita contohkan) sbb:

1. Adik tidak boleh main PS pada hari senin-jum’at.

2. Adik boleh menonton televisi maksimal 3 judul per hari.

 

Nah, sampai sekarang kami masih memberlakukan peraturan tersebut. Walau kadang sedih juga tidak bisa menonton Suami-suami Takut Istri yang cukup menghibur itu. Tapi demi perlawanan saya pada dunia industri televisi kita saat ini, perasaan sedih itu harus saya alihkan, dan juga demi tauladan pada anak-anak. Bahkan saya pasang jadwal dan judul tayangan anak-anak yang masuk katagori bahaya, bagus, dan perlu diskusi di sebelah pesawat televisi. Untuk membantu anak memilih sendiri program yang bisa ditontonnya manakala saya tidak ada di rumah.

 


azhariee wrote on Apr 26
Bu....bisa di post nggak...jadwal dan judul tayangan anak-anak yang masuk katagori bahaya, bagus, dan perlu diskusi, saya ke pengen tau...soalnya lagi capek nonton program TV yang nggak bermutu....
faroukbas wrote on Jul 26
lagi iseng buka ini itu..bu frida alhamdullilah sy & istri gak punya jadwal lihat TV jadi juarang banget.(kalah sama molor, mungkin ...cape' kerja rodi banting tulang)...munkin kalo anak udah gede perlu aturan...yah. semoga aja bisa.

cuman sy punya keponakan2....yang nafsu PS/nge GAME nya biyhuhhhh...ortu nya juga itung2..busuk mana antara PS sama TV, akhirnya milih PS aja soalnya lebih mudah di kendalikan. tapi gak tau...begini bener apa nggak

2 thn lalu sy baru bisa berhenti mainkan game2 di PC, sampe orientasi upgrade PC karena game biar jalan muluzz hehe..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg